Selasa, 27 Juli 2010
Setahun Lagi, Dunia Kehabisan Alamat IP
Posted by SIMA at 08.36SYDNEY - Tidak kurang dari setahun, dunia akan kehabisan alamat internet. Jika hal ini disikapi dengan lamban, bukan tidak mungkin akan terjadi kerusakan aplikasi dan menimbulkan tarif jaringan internet yang lebih mahal.
UGM Juara Umum, ITS Kedua
Posted by SIMA at 08.35YOGYAKARTA – Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya menduduki peringkat kedua dengan sembilan medali, terdiri atas tiga emas, tiga perak, dan tiga perunggu pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXIII 2010 yang digelar di Universitas Mahasaraswati, Denpasar, Bali 21–23 Juli lalu. Sementara, Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta merebut gelar juara
Tim ITS meraih emas melalui tiga karya ilmiah. Ketiganya adalah Stylish dan Modis dengan Handmade Statement Necklace; Utagami, Ular Tangga Gempa Bumi dan Tsunami sebagai Pengenalan Mitigasi Bencana Sejak Dini bagi Siswa SD, serta Mangrove Rhizophora Chitecture (MRaC), Inovasi Konsep Hunian Green Achitecture dengan Bio Material Hidup Rhizopora.
Direktur P2M Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiknas Suryo Hapsoro Tri Utomo mengatakan, Pimnas tahun ini merupakan perhelatan dengan peserta terbanyak dalam lima tahun terakhir. ”Ini menunjukkan mahasiswa semakin bergairah dalam memanfaatkan pimnas sebagai wadah dalam adu kreasi, kreativitas, dan kemampuan dalam mengukur prestasi,” kata dia saat menutup Pimnas XIII.
Suryo menambahkan, ada 350 tim dari 113 perguruan tinggi negeri dan swasta yang ikut serta dalam pimnas yang berlangsung selama tiga hari di Bali ini. Selain jumlah peserta terbanyak, jumlah proposal yang masuk ke panitia juga meningkat mencapai 21.301 buah.
Kamis, 22 Juli 2010
Siapkan Dirimu Masuk Kampus!
Posted by SIMA at 15.55SETELAH lulus Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2010, kini saatnya kamu bersiap memasuki dunia baru sebagai mahasiswa. Banyak hal baru yang akan kamu dapatkan dengan menjadi mahasiswa. Mulai dari sistem belajar, hingga adaptasi dengan lingkungan baru bagi kamu yang akan berkuliah jauh dari daerah asal.
Kira-kira, apa yang perlu dipersiapkan?
Hal pertama yang bisa dilakukan adalah menentukan visimu. Apa yang ingin kamu dapatkan selama kuliah? Atau jika sudah lulus, apa yang akan kamu lakukan dengan gelarmu tersebut? Sebab, tahun pertama perkuliahan adalah tahun yang menentukan. Dengan menetapkan visimu dari awal, kamu akan bisa menentukan prioritas dan memilih kegiatan apa saja yang nantinya akan kamu ikuti selama kuliah.
Setelah visi, tentukan target indeks prestasi kumulatif (IPK) yang ingin kamu capai. Biasanya perguruan tinggi di Indonesia menetapkan IPK tertinggi pada skala 4. Jika setelah lulus targetmu adalah bekerja pada perusahaan multinasional atau melanjutkan studi S2 melalui beasiswa, tidak bisa ditawar lagi, IPKmu harus tinggi. Tapi jika kamu menganggap kampus sebagai tempat memperluas jaringan untuk mengejar cita-citamu, lulus dengan IPK secukupnya tampaknya memadai.
Yang pasti, belajar di perguruan tinggi tidak bisa dianggap sebelah mata. Oleh karena itu, teruslah bereksplorasi untuk menemukan cara belajar yang paling ideal. Mana yang menurutmu nyaman dan efektif? Belajar sendiri atau dengan teman, serta lokasi dan suasana penunjang kegiatan belajarmu. Dengan menemukan cara belajar yang paling efektif, maka kamu bisa memaksimalkan kemampuanmu. Perlu diingat, materi yang disampaikan para dosen di ruang kelas biasanya lebih mendalam, karena itu, berkonsentrasilah dan serap sebanyak mungkin apa yang disampaikan mereka.
Agar bisa berkonsentrasi, sebaiknya jangan dibiasakan bergadang, meski terkadang hal tersebut tidak bisa dihindari ketika tugas menumpuk atau menjelang ujian. Namun, kebiasaan bergadang akan berakibat buruk di masa depan. Untuk menyiasatinya, maksimalkan waktu yang kamu miliki di siang hari untuk menyicil tugas kuliah, mengulang materi pelajaran, dan melakukan aktivitas lainnya. Kuncinya, mendisiplinkan diri sendiri.(rhs)
Usia Bumi Lebih Muda 70 Juta Tahun
Posted by SIMA at 15.44Usia bumi ternyata lebih muda 70 juta tahun dari yang pernah diperkirakan. Sebelumnya bumi diyakini berumur 4,537 miliar tahun.
Hasil penelitian yang disampaikan ilmuwan dari Cambridge University, Inggris, ini tentu mengejutkan. Kalau disesuaikan dengan pengetahuan yang diperoleh dari sekolah, tahun ini bumi menginjak usia 4,5 miliar.
Dr John Rudge, ilmuwan dari Cambridge University, menyatakan, waktu di mana bumi 'hiatus' atau seumpama ruang kosong berlangsung hampir 30 juta tahun. Ilmuwan percaya, ketika masa 'hiatus' berakhir di bumi, bersama itu pula bulan mulai terbentuk.
"Dan bumi membutuhkan waktu sekurang-kurangnya 100 juta tahun untuk menyempurnakan bentuknya," papar Rudge. Jadi, kata Rudge, kalau diukur dengan waktu sekarang, maka usia bumi baru 4,467 miliar tahun.
"Bukan 4,537 miliar tahun, seperti yang kita pikirkan," tandasnya.
Bumi, seperti diterangkan Rudge, pernah mengalami tubrukan dengan partikel lain yang berada dalam formasi semesta.
"Tubrukan menyebabkan sebagian planet meleleh. Partikelnya kemudian berpencar mendekati pusat bumi," katanya lagi. (srn)
Sekolah 30 Menit Lebih Siang, Siswa Lebih Fokus?
Posted by SIMA at 15.41CHICAGO - Memundurkan jadwal sekolah lebih siang diklaim mampu membuat siswa menjadi lebih fokus di kelas dan memberikan suasana belajar yang lebih baik.
Para ilmuwan menyimpulkan hal ini setelah sebelumnya mengadakan beberapa riset terkait. Hasilnya, dengan memberikan 30 menit waktu longgar sebelum memulai belajar di pagi hari akan membuat siswa lebih fokus di kelas, suasana hati yang lebih baik, kurangnya keterlambatan, dan kemungkinan untuk mendapatkan sarapan yang lebih sehat.
Hasil penelitian ini muncul dalam Archives Juli's of Pediatrics & Adolescent Medicine.
"Ada alasan mengapa 30 menit mampu membuat perbedaan besar. Remaja cenderung menikmati tidurnya menjelang subuh, ketika mereka biasanya harus bangun untuk sekolah. Mengganggu tidur dapat membuat mereka grogi, terutama karena mereka juga cenderung sulit tidur sebelum pukul 11 malam," ujar Patricia Moss, dekan akademis di sekolah asrama Rhode Island, tempat penelitian dilakukan.
"Ada ilmu biologi untuk ini, yang saya pikir memberikan bukti meyakinkan jika hal ini masuk akal," kata Dr Judith Owens peneliti aktivitas tidur dari Brown University.
Sebuah dokumen pernah mengatakan jika studi ini menambah pertumbuhan tubuh seiring perubahan waktu untuk memulai sekolah merupakan awal yang baik untuk remaja. Dr Owens mengakui jika langkah ini akan sulit dilakukan di beberapa wilayah, seperti wilayah berpenduduk miskin, sekolah umum, karena terkait juga dengan jadwal angkutan bus, jam kerja orang tua, dan tempat penitipan anak untuk adik-adik mereka. (srn)
Pendidikan dan Pelatihan Guru Mesti Berkelanjutan
Posted by SIMA at 12.16 Penguatan kualitas dan profesionalisme para pendidik yang memiliki peran penting untuk memberikan layanan pendidikan bermutu dan memiliki relevansi dengan kehidupan akan diperkuat dengan diselenggarakannya pendidikan dan pelatihan guru secara berkesinambungan. Peningkatan mutu guru tidak boleh berhenti pada program sertifikasi yang dinilai sampai saat ini belum membawa perubahan signifikan pada kinerja pendidik, tetapi juga melalui pemberdayaan kelompok-kelompok kerja guru yang ada.
"Peningkatan kompetensi guru yang berkelanjutan, baik yang dilakukan pemerintah maupun secara internal di sekolah masing-masing, harus dilakukan. Kami ingin mengubah guru supaya mereka bisa bergeser dari cara pembelajaran yang teacher center ke student center. Perubahan itu memerlukan pendidikan dan pelatihan yang kontinu hingga mampu membangun kesadaran dalam diri guru itu supaya memiliki komitmen pribadi yang kuat untuk membe rikan layanan pendidikan yang menyenangkan bagi anak-anak didiknya," kata Baedhowi, Direktur Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik Tenaga Kependidikan Depdiknas di Bogor, akhir pekan lalu.
Menurut Baedhowi, pendidikan dan pelatihan guru yang berkelanjutan yang dilakukan secara internal di sekolah masing-masing bisa terlaksana dengan adanya pimpinan sekolah yang memahami peran penting guru bagi terciptanya atmosfer pendidikan yang menyenangkan berkualitas. Sebagai tahap awal dalam program 100 hari kerja Mendiknas baru, diadakan pelatihan kepada sekitar 30.000 kepala sekolah dan pengawas guna memperkuat implemnetasi manajemen berbasis sekolah.
Paradigma lama
Guru-guru masih terjebak dalam paradigma pendidikan usang yang tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan perkembangan jaman. Akibatnya, para pendidik masih menjalankan pembelajaran yang satu arah atau berpusat pada guru yang tidak merangsang kreativitas dan inovasi siswa.
"Pendidikan untuk guru yang utama adalah membantu mereka untuk mengubah paradigma usang soal pendidikan. Guna menjamin berlangsungnya pendidikan berkualitas untuk siswa, program peningkatan mutu guru melalui pendidikan dan pelatihan harus berlangsung secara berkesinambungan," kata Eddy Henry, Program & Alumni Affairs Director Sampoerna Foundation dalam acara penandatangan kerjasama pendidikan dengan Pemerintah Kabupaten Sukamara dan Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, di Sukamara. Program peningkatan mutu untuk 75 guru dan kepala sekolah serta bantuan peningkatan infrastruktur di 11 SD didukung PT Sampoerna Agro.
Dari pengamatan di sejumlah SD, guru umumnya tidak mampu mengembangkan kreativitas pembelajaran di dalam kelas. Mereka lebih banyak menerapkan pembelajaran satu arah, di mana guru sebagai sumber belajar utama buat siswa.
Ketidakmampuan guru mengembangkan metode pembelajaran yang menyenangkan di kelas karena guru minim mendapatkan pendidikan dan pelatihan untuk mengembangkan kompetensi sebagai pendidik. "Selama 12 tahun jadi guru, baru sekali saya dapat pelatihan guru bidang studi," kata Siti Hadijah, salah satu guru SD di Babual Baboti, Kotawaringin Barat.
Maytha Monica, Programme Coordinator Sampoerna Foundation Teacher Institue, mengatakan, pendidikan dan pelatihan yang umumnya diberikan pemerintah kepada para guru berupa ceramah satu arah. Para guru yang diikutkan juga terbatas.
"Padahal, yang dibutuhkan guru itu pendampingan yang cukup untuk mereka bisa melakukan perubahan-perubahan kecil di dalam kelas. Itu yang tidak terjadi dalam pendidikan dan pelatihan guru yang ada," kata Maytha.
Pendidikan dan pelatihan guru yang dilaksanakan Sampoerna Foundation dilakukan selama 18 bulan. Perubahan utama yang disasar adalah perubahan paradigma guru untuk bisa mengubah metode belajarnya menjadi inovatif dan kreatif dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar sekolah.
"Para guru sendiri diajak untuk bisa mengevaluasi apa yang jadi permasalahan mereka dalam mengajar di kelas. Lalu, para fasilitator melihat dan mengevalusi, lalu memberi masukan-masukan yang bisa diterapkan guru di kelasnya. Cara ini cukup efektif untuk membuat terjadinya perubahan cara pembelajaran guru di kelas," kata Maytha.
Selasa, 20 Juli 2010
Indonesia Raih 2 Emas di Olimpiade Biologi Internasional
Posted by SIMA at 10.09Tim Olimpiade Biologi Indonesia (TOBI) meraih dua emas dan dua perunggu pada International Biology Olympiad (IBO) ke-21 di Changwon, Korea Selatan, 12-17 Juli lalu.
Peraih emas adalah siswa SMAN 1 Pringsewu, Lampung, Irfan Haris; dan siswa SMAK BPK Penabur, Jakarta, Harun Reza Sugito. Irfan berada pada posisi ke-6, sedangkan Harun menempati urutan ke-10.
Sementara, medali perunggu diraih oleh siswa SMAN 1 Wonogiri Danang Crysnanto, dan siswa MAN Insan Cendikia, Tangerang, Thoriq Salafi.
Direktur Pembinaan SMA Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Sungkowo menyatakan, tahun ini merupakan kali kesepuluh keikutsertaan Indonesia dalam IBO. Menurutnya, prestasi yang diraih tim Indonesia merupakan prestasi luar biasa mengingat tidak ada pembinaan khusus bagi para peserta.
"Tahun lalu kita hanya dapat perak. Alhamdulillah tahun ini kita dapat emas," ujar Sungkowo saat menjemput tim di Bandara Soekarno Hatta, Senin 19 Juli malam.
Sementara, ketua tim pembina TOBI 2010 Agus Dana Permana mengatakan, "Kesuksesan Indonesia merupakan buah dari semangat, kepandaian, kerja keras, serta keuletan keempat siswa tersebut."
Seleksi untuk TOBI dimulai pada tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi, hingga tingkat nasional. Mereka yang lulus seleksi kemudian mendapat pembinaan dari para guru, khususnya bidang Biologi; para dosen pembimbing dan asisten IBO dari Sekolah Ilmu Tumbuhan dan Hayati Institut Teknologi Bandung (SITH ITB), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Institut Pertanian Bogor (IPB), serta psikolog dan tim pembina motivasi dari ITB.
wah,kira.kira Universitas di BATAM kaappaannn iaa ????
hahhahahaha..
semangat.smangat :)
Tips Masuk PTS (PTS = PERGURUAN TINGGI SWASTA ) Berkualitas
Posted by SIMA at 10.06MEMANG,tidak mudah menerima hasil pengumuman yang menyatakan kita tidak diterima di PTN yang kita inginkan dan impikan selama ini. Apalagi, impian itu tidak hanya milik kita seorang, melainkan juga dimiliki keluarga kita.
Tapi, eitssss, jangan berkecil hati dulu. Seperti diketahui, sekarang masuk PTN sudah tidak menjadi jaminan masa depan akan cerah, termasuk untuk bekerja. Dengan tekad yang kuat demi meraih impian, jalur pendidikan lainpun harus dipilih, yakni PTS.
Untuk memudahkan pencarian PTS yang berkualitas, berikut tips yang bisa diterapkan:
• Jangan panik saat mengetahui diri kita tidak diterima di PTN yang diinginkan. Segera buat daftar prioritas PTS yang kita inginkan.
• Teguhkan hati dan jiwa untuk tetap memiliki kemauan dan semangat yang tinggi menempuh pendidikan di PTS. Jangan menilai PTS sebagai anak tiri dan meremehkannya. Ketika kamu menghargai pilihan PTS yang akan diambil nanti, hal ini juga akan membuat kamu menjalani pilihan itu dengan hati dan pikiran yang lapang.
• Cari PTS yang sudah memiliki status terakreditasi A dan B. Dengan status ini, artinya kualitas pendidikan yang dimiliki sudah diakui Badan Akreditasi Nasional (BAN).
• Pilih PTS yang memiliki seleksi masuk yang ketat. Sehingga dengan seleksi ini kita bisa mengukur kadar kualitas calon mahasiswa lain yang akan masuk ke PTS yang kita inginkan. Di sisi lain, seleksi ketat ini juga menunjukkan jika PTS tersebut memang memiliki kualitas yang kompetitif dan tidak hanya “asal” menerima calon mahasiswa.
• Jangan terjebak dengan janji potongan harga atau diskon atau hadiah apapun yang diiming-imingi sebuah PTS. Biasanya PTS tersebut hanya ingin menarik calon mahasiswa dalam jumlah yang sebanyak-banyaknya, tanpa memperhatikan kualitas si anak. Termasuk kualitas pendidikan yang dimilikinya.
• Banyaklah mencari informasi melalui browsing internet tentang PTS yang memiliki kualitas. Kamu juga bisa mendatangi langsung beberapa PTS yang dinilai memiliki kualitas bagus tersebut.
• Jangan sungkan atau malu untuk bertanya banyak hal ke kakak atau saudara lain yang memiliki pengalaman kuliah di PTS. Malah, dengan sumber mereka, cerita tersebut akan bernilai lebih nyata karena mereka sudah merasakan kuliah di PTS terkait.
Oke deyh,ini buat kamu kamu yang baru wisuda nih :) "PROFESIMU ADALAH DIRIMU"
Posted by SIMA at 10.05KELAR kuliah dan langsung mendapatkan pekerjaan merupakan impian semua mahasiswa. Apalagi, kalau pekerjaan yang didapat sesuai dengan cita-cita yang diimpikan.
Namun, tidak selamanya keinginan menjadi kenyataan. Apalagi, zaman sekarang banyak yang berpikiran mendapatkan pekerjaan itu sulit. Jadi, apa yang ada di depan mata, itulah yang diambil.
Lalu, bagaimana kalau pekerjaan Anda tidak seperti yang diidamkan? Pergumulan mendapatkan pekerjaan sesuai dengan cita-cita dan minat dialami semua orang, termasuk penulis serial sukses Harry Potter, J.K Rowling. Sejak lama, Rowling mengidamkan pekerjaan sebagai penulis. Untuk mencapai impiannya, Rowling harus melewati beberapa profesi, termasuk pernah merasa "salah" memilih pekerjaan.
Rowling, yang pernah bekerja sebagai sekretaris dan guru pun hampir melupakan pekerjaan idamannya itu. Apalagi, teman-teman sekantornya sering mengatakan agar Rowling berhenti bermimpi menjadi penulis. Menghindari omongan teman-temannya yang tidak positif, Rowling mulai menulis di tempat yang asing secara diam-diam. Dari hal inilah, Rowling menghasilkan novel Harry Potter yang pernah dibilang berhasil menggairahkan industri penerbitan.
Proses Penyelarasan Diri
Berkaca pada pengalaman Rowling yang berhasil keluar dari masalah dan meraih pekerjaan impiannya, ada beberapa hal yang bisa kita lakukan.
1. Tetap tekun dan menjaga komitmen terhadap pekerjaan
Jalani pekerjaan yang ada saat ini dengan sepenuh hati sambil mengendalikan profesi idaman. Kalau kita serius, produktif dan cepat belajar, tidak mustahil kalau Anda semakin cepat mengarah ke jalur yang sesuai dengan minat diri dan tujuan hidup.
2. Memilih waktu yang tepat dan konsisten untuk melakukan apa yang diminati
Tetaplah menyisakan sebagian waktu untuk melakukan hal yang dibutuhkan oleh minat atau profesi idaman dengan setia dan tekun. Tentunya, dengan kegiatan yang mendatangkan kenikmatan.
3. Menjalin hubungan dengan komunitas
Jalin hubungan dengan orang atau komunitas yang berasal dari profesi yang kamu idamkan tersebut. Dengan menjalin hubungan, Anda tidak akan lupa pada profesi idaman. Atau bisa membuka jalan Anda untuk menemukan sosok yang akan membimbing agar mengubah mimpi menjadi kenyataan.
4. Menjaga fokus, arah dan tujuan hidup
Menjaga pikiran agar fokus pada profesi idaman meski Anda ragu, takut atau ga yakin. Pekerjaan yang ada saat ini adalah perantara untuk mengantarkan Anda ke tujuan. Jadi, pekerjaan sekarang tidak kalah pentingnya dengan minat dan tujuan hidup.
5. Memahami petunjuk hidup
Ikuti intuisi Anda serta pahami petunjuk yang terjadi dalam setiap peristiwa yang terjadi di dalam dan di luar diri. Karena dengan sensitif intuisi, Anda akan peka dan memahami apa yang harus dilakukan.
Lalu, apakah Anda akan menemukan keselarasan antara hidup dan pekerjaan sesuai minat? Menurut pengalaman Arnold Schwarzenegger, itu adalah pilihan Anda. "Isi pikiran adalah batasan-batasan yang sebenarnya bagi kita. Sepanjang pikiranmu dapat memvisualisasikan fakta yang bisa kamu lakukan, kamu bisa melakukannya selama memiliki keyakinan seratus persen."
Selamat meraih yang Anda impikan ya....



